"Yang tertulis akan abadi. Yang terucap akan lenyap bersama hembusan angin."
Senin, 14 Mei 2012
Waiting...........
Menunggu. Ya, aku benci kata itu. Selalu saja membosankan setiap kali aku melakukan itu.
Apa yang aku dapat? Nihil. Semuanya percuma.
Tapi aku sadar. Semua ini aku lakukan atas kehendakku. Untuk siapa lagi kalau bukan untukmu?
Mungkin aku saja yang bodoh, mengharapkan suatu hal yang tak pasti dan hanya membuatku menahan sakit yang teramat sangat. Atau mungkin kamu yang berpura-pura tidak mengetahuinya? Oh, sekarang aku mengerti. Kamu begini karena kamu tidak mau menyakitiku kan? Ah sudahlah, selalu saja kamu menjadi yang terbaik diotakku ini.
Sejujurnya, kediamanmu membuatku bingung. Atau, memang ini hobimu? Membuatku menunggu hal yang tidak pasti terlalu lama. Sebenarnya, apa motivasimu?
Kamu. Orang yang aku banggakan selama ini didepan teman-temanku.
Bisa gak kamu 'sedikit' aja peka terhadap perasaanku? Aku butuh jawaban. Aku butuh kepastian.
Kalau memang ini hanya perasaan sepihak dariku, jujur katakan!
Aku, lebih baik kecewa karena hal yang sudah jelas daripada aku menunggu sesuatu yang tidak pasti.
Mungkin bukan aku seseorang yang ada dihatimu.
Mungkin bukan aku yang bisa membuatmu tersenyum tulus.
Mungkin bukan aku yang bisa membahagiakanmu.
Mungkin bukan aku yang membuatmu merasa nyaman.
Mungkin bukan aku perempuan yang kamu inginkan.
Mungkin kita hanya pantas untuk menjadi teman. Tidak selebihnya.
Ah, aku memang pengkhayal. Fatalnya, khayalanku terlalu tinggi sehingga aku jatuh ditempat yang salah. Sakit..
Mungkin cintaku gak tulus sama kamu. Apa salah jika aku mengharapkan kamu membalas cintaku?
Aku hanya sedikit kecewa. Semua ini memang aku yang salah.
Kenapa aku harus menunggu sesuatu yang tak jelas? Hanya membuang waktuku saja.
Tapi, semua yang aku lakukan mutlak hanya untukmu.
Senyum. Ya, aku hanya bisa tersenyum mendengar semuanya.
Walau akupun tidak merasakan apa manfaat dari senyuman itu untukku.
Aku hanya ingin terlihat kuat didepanmu. Aku tidak mau kamu berfikir kalau aku perempuan lemah.
Aku harus sadar! Mungkin kamu bukan orang yang tepat yang diberikan Allah untuk aku.
Baiklah, aku tegar.
Aku hanya bisa mendoakan yang terbaik untukmu; Semoga kamu bahagia bersama dia-orang yang kamu cintai-
Tidak ada komentar:
Posting Komentar