Diam
Bersandar pada pohon tua nan rindang
Terpaan angin sejuk menyapanya
Dia masih terdiam membisu
Menatap nanar dalam elegi
Dalam dimensi waktu dan ruang, ia masih
menunggu
Entah apa dan siapa yang ditunggu
Hatinya mati ditelan bumi
Perasaannya hancur berkeping-keping
Mataharinya kini telah pergi
Terang di ujung sana bersama awan
Meninggalkan badai
dan kelabu di hidupnya
Dia berjalan sejauh mungkin
Mengikuti arah angin berlalu
Hanya ada raga yang tersisa
Jiwanya hilang entah kemana
Tidak ada komentar:
Posting Komentar